Showing posts with label Killing time. Show all posts
Showing posts with label Killing time. Show all posts

Saturday, 14 December 2019

My 2019, how was yours?

How was your 2019 doing?

Well, mine was not too bad and not really great either. Just so-so.

Mengaca dari pengalaman yang sudah-sudah mengenai resolusi tahun baru, tahun 2019 ini resolusi gue ngga muluk-muluk, cuman ingin dicukupkan segala-galanya, sehingga gue bingung apakah resolusi gue sudah terpenuhi atau belum? Karena jujur dari hati yang paling dalam… gue masih kadang-kadang ngerasa kekurangan… harta, kuota dan oppa? WKWKWK.

Tidak terlalu banyak hal besar yang gue alami selama 2019 berlangsung, gue masih kerja di tempat yang sama, masih kembali suka KPOP, masih bucin ke Donghae dan Chris Evans, masih single wkwkwk, dan masih aja kalo ketawa nggak ke control. 



Masih suka chattingan dengan oppa, well.. I have some virtual oppas that I could talk with, one of them talking about movies, one of them talking about how hard life in Korea is? One of them talk about anything, sisanya ya baru chatting kalo lagi bosen aja ehehehe.

Satu hal besar yang gue lakukan di 2019 adalah pindah kosan. Little drama happened before I moved out. Yaudahlah yaaa, udah pindah juga. HAHA

Anyway, tahun ini gue jalan-jalan ke Belitung bersama teman-teman yang asik, ke Bali untuk company gathering. Ke Bandung untuk kondangan, ke Bogor untuk training dan juga ke kebun raya bogor with new friend, ke Jakarta buat naik MRT, dan ke Muncul setiap weekend, untuk menuntut ilmu yang tidak pernah bersalah itu.










Company gathering yang mengharuskan setiap plan menunjukan sebuah performance, dan kami memilih untuk ngeband, jadilah gue sekarang vocalist abal-abal dengan suara berbakat level kamar mandi, yang hampir tiap minggu latihan di studio bareng temen-temen kerja. Latihan hampir setiap minggu di studio, performnya mah di kamar mandi ditemani suara air kran. HAHAHA.





Oiya, in last October I did my confession to mantan gebetan, that I liked him back then. Also, I did my confession to my current instagram crush that I stalked his website last year, and now he replies my dms casually (awwww!!!). Deg-degan aku tuh cuman bales-balesan dm doang juga. Wkwkwk. Friend of mine said that I should confess how I really feel to him, but I don’t have a courage yet. Yakali woy, tinggal 1 negara juga kagak yak, gimana mau confess. Hemmm…..

Ya gitu deh kira-kira 2019 gue kalo diringkas. 

Mari menyambut tahun 2020 dengan resolusi yang agak berbobot dan usaha yang lebih maksimal.

Nighty night! Have a nice dream!!

Monday, 26 November 2018

3 Series Worth To Watch


Menyadari betapa scrolling instastory ini menyita banyak waktu, gue memutuskan untuk menghindari hal tersebut dengan melakukan hal-hal lain. Seperti membaca kembali novel-novel yang sudah lama kubeli namun belum sempat kubaca, dan karena drama korea jaman now lagi sangat tidak asik, gue beralih ke series barat.

Selasa, 20 November 2018 kemarin ada tanggal merah, memperingati Maulid Nabi. Biasanya kalo ngga ke mana-mana liburan akan gue habiskan dengan scrolling instastory dari ujung kiri ke ujung kanan, dan akan gue refresh sepersepuluh menit, which is itu sungguh tidak produktif sekali. Berbeda dengan hari itu, seharian gue habiskan untuk menonton series barat. Walaupun aku tau itu juga tidak produktif, setidaknya gue mengurangi penggunaan instagram.

Dari beberapa series barat yang gue tonton, gue akan merekomendasikan 3 series barat yang ringan dan bisa membantu senam pipi.

  1.    The Good Doctor season 1

Image result for the good doctor
cr: Google images
Series ini adaptasi dari drama korea tahun 2013 yang di perankan oleh Joo won, menceritakan tentang doctor muda yang memiliki autism. Di remake ke versi barat, Shaun Murphy diperankan oleh Freddie Highmore dengan sangat ciamik, sampe gue pikir itu si Freddie punya autism juga. Karena akting doi sebagus itu. Inti dari series ini kurang lebih sama dengan versi Korea, hanya saja, kisah percintaan doctor Murphy tidak begitu diceritakan mendetail seperti di drama korea, ya gimana kan, drama korea tanpa kisah percintaan itu ibarat jagung pake keju tapi ngga pake susu (pengibaratan yang sedikit memaksa. I know). 


Kalo dibandingin dengan versi korea, gue sih jujur lebih suka yang versi barat, karena oh karena Freddie Highmore is d*mn cute! Haha. Canda ding! Menurut gue sih kepintaran doctor Murphy ini lebih manusiawi dibanding doctor Si on. Dan penyampaian di setiap ceritanya juga  lebih menyentuh hati. Hati gue yah, ngga tau deh menyentuh hati kalian atau ngga. Total nya 18 episode, season 2 nya masih on going, baru jalan 8 episode. Dan gue masih ngikutin.

2.   Kim’s Convenience season 2
Image result for kim's convenience
cr: Google images

Tau series ini dari instagram Koh Lexy (@amrazing) katanya lucuk. Dan karena gue ini korban influencer banget, gue tonton lah series ini tapi yang season 1. Dan agak garing. Gue nonton yang series 1 hanya sampai episode 5 atau 6 saja dan tidak gue lanjutkan. Karena liburan kemarin gue ngga punya stok drama korea, gue pun nyoba langsung nonton yang season 2, dan menurut gue lebih bagus darii yang seri pertamanya. Kekonyolan Umma dan Appa semakin menjadi di sini, scene Janet dan Jung juga lebih banyak.

Ini worth to watch sih, ringan dan kocak. 1 episodenya pun hanya 20-25 menit. jadi ngga ngebosenin.

3. Young Sheldon season 1 dan 2
Related image
cr: Google images

Young Sheldon merupakan pre-series nya The Big Bang Theory. sejujurnya gue belum pernah ngikutin series big bang theory ini, tapi setelah nonton Young Sheldon mungkin gue akan memulai dari season pertama.

Young Sheldon menceritakan masa muda Sheldon yang sangat jenius, yang memulai SMA nya di umur 9 tahun. Elah 9 tahun gue dulu baru bisa apa yak? naik sepeda lepas tangan 1 kali yak wkwk.

Anyway, si Sheldon ini tau dirinya cerdas dan jadinya kadang sotoy dan angkuh banget, belum lagi 1 keluarganya absurd-absurd semua. Ibunya yang gampang panik, Bapaknya yang nurut aja sama ibunya, neneknya yang hobi bowling, kakaknya yang 1 kelas bareng dia tapi bertolak belakang dengan kemampuan otak Sheldon, dan adik kembarnya Missi juga yang kemampuan otaknya sangat berbeda jauh dengan Sheldon.

Mungkin kebanyakan dari orang jenius juga, Sheldon kecil ini ngga punya teman. Tapi karena ibunya sedih dan khawatir doi ngga punya teman, dia pun baca buku tentang bagaimana caranya agar mempunyai teman. Setiap episode pasti adaaaa aja tingkah keluarga ini yang bikin ketawa ampe sakit rahang. lucuk banget sih series ini tuh.

Setiap episode beda-beda judulnya, jadi kalopun ngga ngikutin berurutan masih bisa dinikmatin. Nonton series ini bikin gue lupa waktu dan lupa scrolling instagram sih, jadi memang semenghibur itu kalo menurut gue. 

So, untuk kpopers yang sedang bosan menunggu drama bagus tapi ngga muncul-muncul, mending kalian melebarkan sayap di dunia per-series barat-an wkwk.

Hope you enjoy it :)