Showing posts with label about life. Show all posts
Showing posts with label about life. Show all posts

Monday, 9 March 2020

How Can All of Day6 Songs Can Interpreting My Feeling?


Thought we were meant to be
I thought that you belonged to me
I’ll play the fool instead
Oh but then i know that this is the end
Congratulations, glad you’re doing great
Congratulations, how are you okay
How could be you so fine
I can see it in your eyes
The same look that that you gave me, that kills me inside
I don’t even need to ask, yeah
I know you too damn well, yeah
I can see that smile and can tell that you did more than move on
I hate that you’re happy
I hope that you can’t sleep
Just knowing that i could be with somebody new
That i’d be just like you
(song by: Day6 – Congratulations english ver.)

이제는 연락조차 받질 않아
너 대신 들리는 무미건조한 목소리
힘든 날들도 있는 건데
잠깐을 못 이겨 또 다른 대안을 찾아가
시간을 가지자
이 말을 난 있는 그대로
시간을 가지잔 뜻으로 받아들여 버렸어
(song by: Congratulations original ver.)

cr: https://id.pinterest.com/pin/811844270313464152/?lp=true

Sepenggal lirik lagu Congratulations yang gue tulis di atas versi english, itu cukup mewakili perasaan gue saat ini, apalagi yang versi Koreanya yang juga gue tulis di atas dan sangat lebih mewakili perasaan gue. because you know what? My heart just broken, bcoz my phone call guy or whatever I called him, will getting married very very soon. Well I don’t know when exactly, but probably soon. I can’t ask him either, bcoz we just blocked each other account. Lol!

Sebulan ke belakang hidup gue ini berasa disoundtrack-in banget sama lagu-lagunya Day6 deh, dari lagu jatuh cinta yang pas banget buat gue mendedikasikan perasaan (?) ke mas crush, sampai ke lagu patah hati yang bikin patah hati gue semakin nyata.

Sejak gue minta rekomendasi lagu-lagu Day6 ke Teh Nida yang juga lagi bucin sama Day6, kemudian gue mulai kembali mendengarkan lagu-lagu mereka dan mengupdate lagu-lagu baru mereka. And I was like “wow! This song is so me!” yang aku pikir hanya 1 atau 2 lagu saja. But turns out, all their song is so me!!

Entah mereka yang menciptakan lagu sangat relating dengan keadaan orang banyak, ataukah memang masalah percintaan saya yang sangat mainstream? Ataukah masalah percintaan saya yang terisnpirasi oleh lagu mereka? Atau lagu-lagu mereka yang terinspirasi oleh perjalanan kisah romance saya? Which is ini sih sangat tidak mungkin. Lol! I don’t know though.

Selama gue jatuh cinta ke mas crush, gue merasa lagu “What should I Do?”, “I Like You”, dan “How To Love” tuh nge-backsound-in gue kalo gue lagi bales-balesan DM hahaha. Like, these song was sooo related. Apalagi “I Like You”, jadi pernah gue cerita ke salah satu temen virtual gue tentang mas crush gue ini, trus dia menyarankan that i should tell him about how i feel, tapi gue ngga berani, takut ditolak dan malah dianya menjauh, tapi di lyric lagu ini Jae bilang, ‘그저 '미안해'란 한마디만 해주면 돼요 I'll be fine, yeah’ yang artinya, ‘kalo kamu mau bilang maaf (saat aku menyatakan perasaanku padamu)juga ngga apa-apa, aku akan baik-baik saja’, but i don’t think i’ll be fine, so i'll just like you silently (ebener ngga yah bahasa inggrisnya begini?) HAHAHA.

Sementara itu “All Alone” dan “I Need Somebody” sometimes gue banget kalo gue lagi menye-menye. Sok tegar padahal kesepian. Wkwkwk

Dan, yang sedang gue alami saat ini adalah fase patah hati yang gue rasa sangat merepotkan ya ternyata patah hati itu, bikin emosi naik turun, males bertegur sapa sama orang, pengennya rebahan aja di kasur sambil dengerin lagu galau. Monmaap anda patah hati atau memang malas saja nih kalo leh taw?

Anyway, saat gue cerita tentang kepatah hatian gue ke Teh Nida, she said ‘Sending Congratulations Song’ yang awalnya gue ngga ngeuh makna di balik lagu ini tuh apa, dan saat gue ngeplay lagu ini di youtube yang english ver. And Holy Crap! how can all of Day6 songs can interpreting my feeling? Like they have song for any condition, lol! Buat jatuh cinta ada, patah hati ada, tentang hidup juga ada. WOW!! (segera memasukan konser day6 ke bucket list).

Emang bener ya tapi kata iklan di spotify, kalo lagi sedih dengerin juga lagu sedih, niscaya kesedihan itu akan semakin nyata, ya kaya gue, terus-terusan muterin lagu Congratulations nya day6, Korean ver. Iya English ver. Iya. Belum lagi masih banyak lagu day6 yang relate dengan patah hati gue ini, kaya “Hurt Road”, “Letting Go”, “I loved You”, dan masih banyak lagi lagu-lagu day6 yang bisa banget sejalan sama apa yang sedang gue rasakan.


Kira-kira begitulah kisah asmara gue belakangan ini, bucin iya, patah hati iya, tapi nggak apa-apa, yang penting disoundtrack-in Day6.

Kisah asmara Eroh yang bucin dan naas, OST by: Day6.
LOL!!

Saturday, 14 December 2019

My 2019, how was yours?

How was your 2019 doing?

Well, mine was not too bad and not really great either. Just so-so.

Mengaca dari pengalaman yang sudah-sudah mengenai resolusi tahun baru, tahun 2019 ini resolusi gue ngga muluk-muluk, cuman ingin dicukupkan segala-galanya, sehingga gue bingung apakah resolusi gue sudah terpenuhi atau belum? Karena jujur dari hati yang paling dalam… gue masih kadang-kadang ngerasa kekurangan… harta, kuota dan oppa? WKWKWK.

Tidak terlalu banyak hal besar yang gue alami selama 2019 berlangsung, gue masih kerja di tempat yang sama, masih kembali suka KPOP, masih bucin ke Donghae dan Chris Evans, masih single wkwkwk, dan masih aja kalo ketawa nggak ke control. 



Masih suka chattingan dengan oppa, well.. I have some virtual oppas that I could talk with, one of them talking about movies, one of them talking about how hard life in Korea is? One of them talk about anything, sisanya ya baru chatting kalo lagi bosen aja ehehehe.

Satu hal besar yang gue lakukan di 2019 adalah pindah kosan. Little drama happened before I moved out. Yaudahlah yaaa, udah pindah juga. HAHA

Anyway, tahun ini gue jalan-jalan ke Belitung bersama teman-teman yang asik, ke Bali untuk company gathering. Ke Bandung untuk kondangan, ke Bogor untuk training dan juga ke kebun raya bogor with new friend, ke Jakarta buat naik MRT, dan ke Muncul setiap weekend, untuk menuntut ilmu yang tidak pernah bersalah itu.










Company gathering yang mengharuskan setiap plan menunjukan sebuah performance, dan kami memilih untuk ngeband, jadilah gue sekarang vocalist abal-abal dengan suara berbakat level kamar mandi, yang hampir tiap minggu latihan di studio bareng temen-temen kerja. Latihan hampir setiap minggu di studio, performnya mah di kamar mandi ditemani suara air kran. HAHAHA.





Oiya, in last October I did my confession to mantan gebetan, that I liked him back then. Also, I did my confession to my current instagram crush that I stalked his website last year, and now he replies my dms casually (awwww!!!). Deg-degan aku tuh cuman bales-balesan dm doang juga. Wkwkwk. Friend of mine said that I should confess how I really feel to him, but I don’t have a courage yet. Yakali woy, tinggal 1 negara juga kagak yak, gimana mau confess. Hemmm…..

Ya gitu deh kira-kira 2019 gue kalo diringkas. 

Mari menyambut tahun 2020 dengan resolusi yang agak berbobot dan usaha yang lebih maksimal.

Nighty night! Have a nice dream!!

Friday, 4 October 2019

What a Sudden Confession!


Di tengah rehat mikirin tugas yang ngga kelar-kelar, tangan gue ini seperti ngga tau diri, otak lagi kerja keras mikir, dia malah sibuk bukain instastory orang.

Salah satu instastory yang ada di sebelah kiri adalah instastory miliknya. Duluuuu jaman gue masih anaknya kpop banget, gue naksir dia. I just love how the way he expresses his feeling, kaya dia tuh bebas aja gitu mengekspresikan perasaan dia.

Sampai akhirnya dia ke Bandung dan gagal ketemu temennya, gue gambling bales twitternya menawarkan bantuan, trus dibales dan tukeran id line, dan untuk beberapa bulan kedepannya gue seperti konsultan angkot bagi dia kalo dia hendak ke Bandung. Nggapapa. Cuman jadi konsultan angkot juga gue bahagia. Pada saat itu. Wkwkwk.

Pernah juga dia ngerandom ke Bandung sendirian dan ngga punya acara apa-apa, trus dia ngeline atau entah gue yang ngeline duluan, gue udah lupa. Yang berujung gue dan dia meet up di BTC untuk main pump, dan makan di kfc. 

Gue happy bukan main, kaya sebuah pencapaian terbesar dalam dunia per-gebet-an gitu. Bisa main berdua, cerita-cerita seru, dan ceritanya tuh ya kaya ke temen aja, ngga ada awkward-awkward an (ini sudut pandang gue, nggatau sudut pandang dia kek gimana wkwkw), meski tangan gue panas dingin. Iya. Patokan gue naksir orang tuh. Tangan gue panas dingin kalo lagi beduaan. Apa banget yah? Wkwkwk.

Seminggu setelah pertemuan itu terjadi, gue masih bisa merasakan hati gue berdebar-debar kalo pikiran gue tetiba melayang ke hari itu. Iya. Geli banget ngga sih? Haha

Malam ini, ketika dia menulis panjang lebar tentang kisah cintanya yang tak berbalas di instastory, dan gue suka dengan gaya tulisannya. Gue reply lah, gue bilang gue suka tulisannya, gue harap cewe yang ada di story ini someday will relize that she loves him too, trus dia curcol kalo cewenya ngga suka dia, dia sebel karna itu, dan dia bilang dia sebel karna selalu suka sama orang yang salah.

(Biasanya nih, jaman lagi naksir-naksirnya doi, cuman dimensyen di twitter aja gue langsung curhat ke temen gue. Apalagi di curhatin begini, bisa tidur sambil nyengir gue malamnya Wkwkwk)

Kemudian entah angin dari mana, gue bales lagi. "Aku pernah naksir kamu loh jaman dulu Hahahaha", Yang dibales dengan capslock tertawa. Mungkin dia kaget juga. Lalu gue cerita betapa happynya gue waktu itu. Trus dia bilang dia juga seneng waktu diajak main pump itu. Kalo ini dulu dia bilang begini nih ati gue ngga santai banget nih pasti. Wkwkwk

What a sudden confession ngga sih? Eh masih bisa dianggap confession kan ya walopun udah ngga berdebar-debar lagi ati gue? Gue dan dia ngakak-ngakak di reply-reply an instagram, gue ngakak lega karna akhirnya setelah dulu mendem rasa sedemikian lama bisa nyampein ke orangnya langsung, walopun sekarang udah biasa aja. Dia mingkin ngakak karena ngga nyangka gue ternyata naksir dia. 

Lalu dia bilang, katanya kapan2 ayo ketemu buat main pump, tapi kok gue malu ya wkwkwk. Dia bilang nggapapa, kita kan punya 1 kesukaan yang sama. Gue bilang anggap aja confession tiba-tiba gue malam ini ngga pernah terjadi yah. Dia bilang mau dijadiin bahan cerpen.

Anyway, hari ini saya random sekali. Dari mulai nyasar di ibukota sampai confession perasaan yang bahkan sekarang udah ngga berbekas. Wkwkwk.

Good night! Have a nice dream!

Monday, 26 August 2019

Perihal Koper dan Mimpi Baru

Selama hidup, gue kadang merasa hidup gue ini tidak begitu ambisius. WOW! penilaian pribadi rupanya wkwk. Kenapa gue bisa berpikir demikian? karena kadang tuh saking malesnya mikir, kalo lagi ada ujian paling mentok berdo'a agar diluluskan tanpa dibarengin dengan usaha yang maksimal. ya gitu jadinya. tidak ambisius. Atau hanya malas saja? HAHA.

Anyway, setelah dipikir-pikir, gue ini diam-diam punya ambisi juga rupanya. Atau lebih tepat gue sebut sebagai mimpi? Ya. Gue punya mimpi hidup di negara maju. Bekerja sibuk dengan style kemeja kantoran  dan sepatu high heels seperti di drama-drama korea (tetep! patokannya drama korea banget ya nun?).

Ulang tahun bulan Mei lalu, seperti ada tradisi saling bertukar kado dengan cees, gue meminta kado dibelikan sepatu, tapi karena gue kebanyakan mikir, akhirnya gue beli sendiri sepatu dan ganti minta dibelikan koper saja. Baik katanya, asal disesuaikan budget saja.

Koper yang gambarnya gue pajang di bawah ini sudah lama sekali gue idam-idamkan. mungkin dari 1 tahun yang lalu. Setiap gue pergi ke carefour Tangcity, doi akan selalu gue tengok dan gue elus-elus wkwkwk. Berharap suatu saat nanti bisa gue beli.

And finally, Sabtu 3 Agustus kemarin, doi pulang bareng gue. Iya doi resmi gue beli dengan sumbangan dari Cees wkwkwk. Thank you ya es :*.

So meet my new cute dream Luggage, Pome. Iya, adik Marko ini gue beri nama Pome. Nama panjangnya Pokameame. :)


Monday, 17 June 2019

Berkereta Di Ibukota 'Nyobain KRL, MRT, dan LRT Jakarta'


Hari Minggu, 16 Juni 2019 kemaren gue harusnya ada jadwal kuliah pukul 8.30, tapi gue yang amat sangat rajin bangun pagi ini, pukul 8.24 malah baru bangun zzz. Dan cees gue yang entah udah melek dari jam berapa sama sekali ngga mencoba membangunkan gue.

“mb, besok gue ada kuliah dulu ya pagi.” kata gue disela-sela menamani cees belanja keliling ikea.
“dih, yawda kalo gitu gue balik aja.”
“dih, kan kita ada naik LRT gretongan. Lu tungguin gue kuliah aja, tidur di kosan, nanti pas gue balik langsung caw ke jakarta” gue keukeuh mau menuntut ilmu.
“ogah ah, balik sore mah macet kalo naik bis, gue mau naik krd aja ke purwakarta. Udalah lu bolos aja, sekali ini” fyi aja sih, cees gue ini random ngajakin gue ke ikea di sabtu siang saat dia masih leyeh-leyeh di kosannya yang di Cimahi.

lagi mabok landak mini. jadinya beli ini hehe





Dan percakapan kurang baik ini masih berlanjut hingga di kosan. Yang hasilnya adalah gue akan kuliah dan cees gue balik ke Cimahi pake krd yang agak siangan.

Sambil membahas percakapan tadi, kami pukul 11.00 malam ngegofood kopi. Yang mengakibatkan mata ngga mau merem hingga pukul 3 pagi. Baru merem bentar eh udah pukul 5.30 aja, bangun buat solat subuh doang, trus lanjut lagi rebahan yang malah kebablasan sampe setengah 9. Tidur setelah solat subuh itu sungguh kenikmatan yang amat HQQ.

Setelah sarapan, bersolek dan bergunjing, pukul 10.15 an kami berangkat menuju stasiun Tangerang. Browsing sana sini, tanya ke Bu Yuli (temen kantor yang gue percaya sebagai penunjuk jalan area jabodetabek) untuk ke stasiun LRT yang mudah ditempuh dari Tangerang, yang ternyata dari Bu Yuli juga tidak menemukan titik terang. Akhirnya kami browsing lagi, sampai nemu titik terang seperti ini.


https://www.side.id/dn/uji-coba-lrt-dimulai-hari-ini-warga-tangerang-juga-bisa-ikutan-lho
Dari Tangerang, kami transit di stasiun Duri, lalu pindah ke peron 2 untuk naik krl jurusan Bogor atau nambo, kemudian turun di stasiun Sudirman. Dari stasiun Sudirman, kami galau lagi, duduk-duduk bentar sambil mikir dan browsing lagi. Pas lagi browsing, ternyata stasiun Sudirman ini deket banget bahkan nyambung dengan stasiun MRT Dukuh Atas.


“naik MRT dulu aja yuk” kami memang serandom itu.

Kami jalan dari stasiun Sudirman menuju stasiun MRT Dukuh Atas, dan cees gue yang emang bawaanya udah kaya bawa barang dari tanah abang, ditanya sama petugas stasiunnya, “bawa apa mba?” gue ampe deg-degan kirain pas pemeriksaan belanjaan dia bunyi, taunya si bapaknya cuman nanya bawa barang apa doang wkwkwk.

Setelah masuk ke dalam stasiun MRT nya, WOW!! BAGUS BANGET, kek di Singapura. Masih bersih dan adem, wangi pun. Sukak! Kaya aku suka dia. Eh giname? hehe


Trus emang sepi juga stasiunnya, jadi kami sempet foto-foto dulu. Ngalay dulu.


mbanya maksa banget pengen poto sama (poster) Chris Evans



 


gaya bang @jonathanend
keukeuh gaya @lauvsong

gaya bang @jonathanend dimodif dikit

Ketika kami sampai, si keretanya belum dateng, kaya sekitar 5 menitan gitu nunggu kereta, nah terjadilah suatu kebahlulan yang lagi-lagi kami lakukan. Jadi harusnya kami naik yang ke arah Bundaran HI, tapi kami malah naik yang ke arah Lebak Bulus, baru 1 stasiun, pas denger speaker panduan kereta (??) nyala, kami saling bertatap. Loh kenapa malah naik yang ke Lebak Bulus dah? Padahal tadi pas duduk nungguin kereta dan sempet Foto juga, ada bacaannya di atas Dukuh Atas-BNI, tapi ya nggak ngeuh. Ng......







Jadi kami buru-buru turun lagi, entah deh ada yang merhatiin atau ngga, tapi kami turun sambil ngakak-ngakak, menertawakan diri kami sendiri wkwkwk.


Setelah kami balik lagi dengan kereta berikutnya sampai dengan stasiun Bundaran HI, kami sholat duhur terlebih dahulu di stasiun Bundaran HI, karena takut ribet nyari masjid nanti kalo udah keluar stasiun. Yang sangat disayangkan adalah, mukenah yang disediakan baunya bikin kepala puyeng, ampe kaya nempel gitu di kerudung. Jadi saran gue mending bawa mukenah sendiri aja lain kali. Saking puyengnya nyium bau mukenah yang nempel di kerudung, sampe gue olesin detol antiseptik yang buat tangan, karena di antara kami ngga ada yang bawa minyak wangi ataupun minyak kayu putih.

Kami lanjut naik transjakarta untuk ke stasiun LRT yang di kelapa gading. Nah si halte transjakarta ini nyambung juga dengan stasiun MRT, jadi ada yang exit langsung keluar dan ada juga yang langsung nyambung dengan halte transjakarta.

Karena kami katro dengan jalur per-transjakarta-an, kami pun bertanya kepada petugas yang ada di halte, katanya kalo mau ke Boulevard, naik yang ke Kota kemudian naik lagi yang ke arah Priuk. Perjalan menggunakan transjakarta ini berasa lamaaaaaa banget, mungkin karena habis naik MRT lalu naik busway, entah mungkin kaminya aja yang nggak sabaran. Sekitar 1 jam akhirnya nyampe juga di stasiun plumpang pertamina.

udah kek di Singapore, keluar stasiun langsung emol



Kenapa kami turunnya di plumpang? Karena ketika kami mengukur jarak dengan tarif gojek, dari halte plumpanglah yang paling murah. Naik gocar dengan pembayaran cash seharga 18ribu, mungkin kalo pake gopay bisa lebih murah. Iya kemarin, karena buta jalan, kami ngukurnya pake tarif gojek J.

Sekitar 15-20 menitan dari halte plumpang, kami sampai di stasiun LRT Boulevard utara. Yang stasiunnya ini tepat banget di depan mal kelapa gading. 




Kami ngantri untuk discan barecode yang nantinya dituker dengan tiket LRT, jadi minggu kemaren gue dan temen gue ini daftar uji public gitu gaes, bia dapet gratisan ehehe.





Kami naik LRT yang ke arah Velodrome, saking pedenya, baru 1 stasiun kami langsung turun, dan yang turunnya barengan dengan kami tuh cuman ibu-ibu doang seorang, selebihnya ngga ada yang turun. Sampai langsung didatengin scurity dan ditanya.

“iya kak, ada yang bisa dibantu?” ini si bapaknya nanya begini karena liat muka gue dan cees gue panik nih keknya, ngga pada kobe banget emang kalo lagi panik.
“ngga ada pak”
“kenapa? Mau ke mana? Mau foto-foto?”
Dalem ati gue ‘enggak paak enggaaa, kita lagi bingung ini kita lagi ada di mana?’
“ngga pak, kita mau sholat dulu” jawab cees gue.
“oh itu musholahnya di atas ya kak”
Setelah solat dan berdoa agar dimudahkan dalam perjalanan pulang, kami bertanya kembali pada bapak security yang tadi. “pak kalo kita mau ke arah stasiun krl tj. Priuk tuh kita keluarnya dari mana?”
“dari mana aja bisa sih kak.”
“yang deketnya aja pak, yang ngga usah muter gitu pak?”
“oh dari sebelah sana aja kalo gitu?”
“baik pak. Makasih ya pak”
Lalu kami nyari-nyari pintu keluar dan ditanya lagi oleh bapak security yang lain.
“mau keluar ke mana? BCA? Mandiri atau Sushi (apa yah namanya gue lupa)”
“yang deket aja pak yang mana?”
“kalo gitu di BCA saja kak, nanti kakak naik eskalator dulu trus keluar di sebelah sana”
“oh ok pak, makasih”
Baru kami mau naik eskalator, kereta ke arah Velodrome datang lagi, trus gue dan cees be like “naik aja yuk sampe akhir, ngurangin ongkos gojek”

Sampai di velodrome, cees panik karena udah setengah 4, dan ternyata tarif gojek ngga ngurangin.
Akhirnya, yang tadinya gue mau ikut ke stasiun tj. Priuk, ngga jadi karena dia naik gojek biar cepet. Train travel random ini berakhir dengan cees gue naik grab 15ribu (karena kalo pake gojek 31ribu) dan gue yang naik transjakarta jurusan grogol, kemudian lanjut naik krl ke tangerang dari stasiun grogol.

Ngga berapa lama, cees gue ngewhatsapp seperti ini,

NGAKAK NGGA SIH? HAHAHA


Jadi ternyata pas dia ngecek dari velodrome 31ribu ke st. Tj. Priuk, sementara di gue 39ribu dari stasiun boulevard itu doi ngeceknya go-ride sementara gue gocar. YAIYALAH JENAB lebih murah XD. Seharia kemaren tuh kek random tiada akhir gitu jadinya wkwkwk. But it was fun. We are having fun! ^.^

Sunday, 5 May 2019

26 Me

Dulu pas kelas 1 SMK ada namanya pelajaran BP, Budi Pekerti, dan ada pada suatu pertemuan kami diberi tugas untuk membuat peta kehidupan. Jadi di selembar kertas hvs, kita bikin kotak-kotak gitu terus diberi nomer yang artinya itu umur kita. Dan di kotak tersebut kita harus menuliskan target-target apa saja yang ingin kita capai di umur tersebut.



Aku inget banget ketika beberapa temanku bilang ingin nikah muda, aku menargetkan menikah di umur 26. Menurutku 26 itu umur yang pas, tidak terlalu tua dan sudah melewati batas muda(?). Iya kan? Iya nggak sih? Udah melebihi seperempat abad kan? Berati udah ngga begitu muda, bukan begitu? OMG! Thats Sad!!

Anyway, kalo dilihat dari peta kehidupan yang pernah dibuat oleh aku versi 15 tahun, idealnya tahun ini  aku menikah wkwkwk. Tapi...... mari saya curahkan di sini.

First of all, nikah itu ngga bisa sendiri, harus sama pasangan kan? Lah pasangan yang cocok juga gue belum nemu wkwkwk. Ada sih cocok, ganteng, baik, personalitynya ok, pandangan politiknya ngga alay, eh baru sadar gue terlalu halu, ternyata dia Chris Evans zzzz. Ada lagi cocok personalitynya, eh virtualan doang mana beda agama hemmm... oiya adalagi cocok, sesuai hati nurani banget deh ini mah, selalu ada baik suka maupun duka, eh cuman henpon, ya kali gue nikah sama henpon woy!!



Kedua, nikah butuh modal, kesiapan materi dan mental itu penting. Harus punya tabungan untuk hajatan kan? Ya walaupun nanti hajatannya ngga gede-gedean, tetap harus punya tabungan dong? Untuk kesiapan materi sejujurnya aku belum menyiapkan sama sekali. Buat bayaran kuliah aja masih empot-empotan (?). Belum lagi biaya yang diperlukan setelah menikah, rumah, kendaraan, biaya untuk pendidikan anak. Geez! i'm not ready yet! hehe

Sekarang biarkan aku membahas tentang kesiapan mental. Sebelumnya menikah itu apa sih? Bukan cuman hidup bareng dan punya anak aja kan? Banyak banget yang harus dipersiapkan. Ini sih menurut pemikiran aku aja yang emang belum siap nikah nih yah hehe, kaya kita harus siap berbagi tempat tidur (wow!), selalu jujur dan percaya dengan pasangan, sementara gue kalo nitip makan dan dibilang tukang dagangnya tutup aja masih suka nggak percaya wkwkwk, dan yang paling penting dari yang terpenting, kita harus mengurang ego kita agar nggak bentrok sama pasangan, right? sementara gue sama adik dan keponakan sendiri aja masih sering berantem gara-gara rebutan remot TV HAHAHA.

Sementara masih banyak orang yang bilang "jangan terlalu pemilih lah, nanti ngga dapet-dapet" atau "mending coba aja dulu sama yang ada". EXCUSE MEEEEE gue mau beli baju aja milihnya lama terus masa milih jodoh harus cepat-cepat? I know i'm so picky when it come about life partner, tapi ya itu kan buat kehidupan jangka panjang wajar dong kalo aku pemilih?

Kenapa aku menceritakan ini dengan sangat menggebu-gebu? Karena issue 'nikah' di umur 20-25 bagi cewek di Indonesia khususnya di tempat aku tinggal, kayak semacam prestasi? Atau pencapaian? Ya.. something like that, kayak someone yang udah nikah are cooler than anyone yang masih jomlo.

Wich mean menurut pendapat aku pribadi, nikah itu bukan pencapaian tapi suatu kesiapan. Aku, walaupun udah 26 tahun, tapi belum siap nikah, ya kenapa harus dipaksakan? Aku masih bisa bahagia meski sendiri. I'll always put myself in the first place, jadi selama aku masih baik-baik saja dengan diriku sendiri, kenapa harus dipaksakan dengan harus mencari seseorang tapi malah bikin beban, kan? Hehehe. Jadi bisakah teman-teman sekalian mengurangi pertanyaan-pertanyaan seperti itu? Thanks.

Quarter life crysis juga sudah mulai berkurang di umur 26 ini. Alhamdulillah. Walaupun aku sendiri merasa aku mulai agak apatis tentang semua hal yang tidak menguntungkan, tapi aku masih belajar untuk tetap mindfulnes, meski emosi masih sering meledak-ledak, at least i'm learning hehe.


Dear the other part of me,Semoga di tahun ini aku semakin bisa mencintai diri sendiri dan mulai belajar mencintai orang lain, mulai serius belajar memanage financial dan emosi. Altough you've work hard and you did well... i love you ♡♡♡

Monday, 22 April 2019

Minggu Padat Seorang Fangirl

Bulan kemarin aku sering banget ngeluh, kalo drama korea lagi ngga ada banget yang seru. Walau yang lain pada heboh sky castle, tapi aku ngga, gila sih itu drama abusive banget, aku ndak kuat nontonnya, sakit kepala wkwkwk.

Setelah melewati minggu-minggu penuh kegabutan, akhirnya di penghujung Maret kemarin, muncullah drama-drama baru yang seru dan layak banget diikutin sesuai dengan selera hamba yang receh ini.

Semenjak pensiun ngikutin running man, hari Seninku emang gabut sih, belajar kagak, tidur cepet kagak tapi malah nyari pengalihan ke series barat, akhirnya tetep aja kerja kesiangan muluk. zzzz. Dan udah sekitar 1 bulan ke belakang, aku ngikutin Knowing brother, semenjak episode Kwanghee sama Zico trus jadi malah nagih.

Variety shownya Ryu Junyeol dan Lee Jehoon juga seru, judulnya Traveler. Kayanya sih underrated soalnya jarang yang ngomongin variety ini, udah gitu ngga ada di smallencode jadi rada susah downloadnya. Selain karena temanya tentang travel (makanya aku ngikutin), di variety ini Ryu Junyeol dan Lee Jehoon tuh kaya dilepas aja gitu sama tim produksinya, mereka nyari penginapan sendiri, jalan-jalan ke tempat wisatanya juga mereka tentuin sendiri. Jadi asik aja liatnya, belum lagi Ryu Junyeol tuh ya, menurutku gayanya ngga Korean guy banget, pokoknya beda banget deh pembawaannya sama Lee Jehoon. Aku kan jadi naksir wkwkwk. Halu tuk kesekian kali. Nah traveler ini aku jadikan tontonan Sabtu malam, sebelum belajar buat kuliah Minggu pagi (kalo inget), biasanya aku nonton dulu traveler supaya belajarnya tambah fokus eheheh.


Cr: https://www.soompi.com/article/1303456wpp/lee-je-hoon-and-ryu-jun-yeol-experience-the-ups-and-downs-of-backpacking-in-posters-for-new-variety-show

Nah awal April ini ada drama weekend yang menurutku sih ini bagus banget. Judulnya 'Beautiful World' ada Nam Da Reum yang jadi pemain (mungkin) utama di drama ini. Awalnya kukira ini hanyalah drama rom com tentang cinta monyet anak sekolah, ya secara yang main cah ganteng Nam Dareum kan? Ya nuna kira ini dramanya bakal lucu lucu geer gitu, tapi ternyata drama ini tak seindah judulnya. Mengangkat tema bullying, drama ini sungguh menguras air mata. (Oppa pokoknya kalo kita nanti nikah, anak kita sekolahin di Indonesia aja yah, sekolah di Korea berat banget kayanya) halu gue kambuh mon maap. Awalnya aku mau review drama ini tapi nunggu kelar, tapi kan masih lama banget dan aku gatel pengen ngeblog, jadi yawda ku posting di sini aja sekalian yah hehe, kalo udah kelar dramanya aku review. Jadi setelah nonton traveler itu aku sebenernya ngga langsung belajar, lanjut dulu nonton beautiful world ehehehe.

cr: https://en.wikipedia.org/wiki/Beautiful_World_(TV_series)

Memasuki hari senin, 14 April kemarin game of thrones tayang kan, jadi Senin malam ku, ku isi dengan game of thrones. Ngga boleh diganggu gugat, pokoknya Senin malamku adalah milik Jon Snow (wow!).

cr: https://www.mynation.com/hollywood/game-of-thrones-season-8-jon-snow-arya-stark-romancing-shocking-spoiler-by-george-rr-martin-pqc9zw

Hari Selasa dan Rabu itu jatahnya 'Welcome to Waikiki 2' dan 'He Is Psychometric'. He is Psychometric sebenarnya ngga bikin penasaran-penasaran banget sih, cuman karena aku gemes sama kisah cinta tak berbalasnya Dasom dan Kim Kwon aja jadi ngikutin. Kalo yang Welcome to Waikiki mah udah tau kali yah betapa malangnya nasip Lee Junki di season 1? dan nasip malang doi masih berlanjut sampe ke season 2. Receh banget sih drama ini tuh, meskipun pemain lamanya yang bertahan cuman Lee Junki doang, tapi tetep sukaaa, demen aja liat Lee Junki menderita HAHAHA.

cr: http://asianwiki.com/Welcome_to_Waikiki_Season_2

https://en.wikipedia.org/wiki/He_Is_Psychometric
Nah memasuki akhir weekdays, drama 'Her Private Life' yang masuk ke jadwal tontonan hamba. Ini dramanya gemes banget sih, selain karena Kim Jaewook yang biasanya jadi psyco di sini dia jadi bos yang nyebelin tapi lucu menggemaskan bikin naksir, juga drama ini mengangkat tema tentang dunia fangirl. Terus aku teringat ketika betapa dulu aku memuja Lee Donghae, ketika dulu Lee donghae yang dicaci-maki aku yang kesel, dan ketika poster telanjang dada Lee Donghae yang terpajang di depan tempat tidur. GILA WOY GUE SEBEGITUNYA DULU TUH.

cr: https://songminjee22.wordpress.com/2012/07/18/pict-super-junior-6th-album-sexy-free-single-ver-b-part-3/
Poster Lee donghae yang dulu menemaniku menutup dan membuka mata :).

cr: http://asianwiki.com/Her_Private_Life
Begitulah kira-kira jadwal padatku, belum lagi Kamis besok ada Avengers. ENDGAME GUYS? APAKAH KALIAN SUDAH PUNYA TIKETNYA? TIKETKU NIH. SIAP BANGET DEMI YAYANG KAPTEN.



Semoga sedikit banyaknya jadwal minggu padatku ini bisa membantu mewarnai kehidupan kalian semua ya guys. wkwkwk.