Showing posts with label life is hard. Show all posts
Showing posts with label life is hard. Show all posts

Monday, 9 March 2020

How Can All of Day6 Songs Can Interpreting My Feeling?


Thought we were meant to be
I thought that you belonged to me
I’ll play the fool instead
Oh but then i know that this is the end
Congratulations, glad you’re doing great
Congratulations, how are you okay
How could be you so fine
I can see it in your eyes
The same look that that you gave me, that kills me inside
I don’t even need to ask, yeah
I know you too damn well, yeah
I can see that smile and can tell that you did more than move on
I hate that you’re happy
I hope that you can’t sleep
Just knowing that i could be with somebody new
That i’d be just like you
(song by: Day6 – Congratulations english ver.)

이제는 연락조차 받질 않아
너 대신 들리는 무미건조한 목소리
힘든 날들도 있는 건데
잠깐을 못 이겨 또 다른 대안을 찾아가
시간을 가지자
이 말을 난 있는 그대로
시간을 가지잔 뜻으로 받아들여 버렸어
(song by: Congratulations original ver.)

cr: https://id.pinterest.com/pin/811844270313464152/?lp=true

Sepenggal lirik lagu Congratulations yang gue tulis di atas versi english, itu cukup mewakili perasaan gue saat ini, apalagi yang versi Koreanya yang juga gue tulis di atas dan sangat lebih mewakili perasaan gue. because you know what? My heart just broken, bcoz my phone call guy or whatever I called him, will getting married very very soon. Well I don’t know when exactly, but probably soon. I can’t ask him either, bcoz we just blocked each other account. Lol!

Sebulan ke belakang hidup gue ini berasa disoundtrack-in banget sama lagu-lagunya Day6 deh, dari lagu jatuh cinta yang pas banget buat gue mendedikasikan perasaan (?) ke mas crush, sampai ke lagu patah hati yang bikin patah hati gue semakin nyata.

Sejak gue minta rekomendasi lagu-lagu Day6 ke Teh Nida yang juga lagi bucin sama Day6, kemudian gue mulai kembali mendengarkan lagu-lagu mereka dan mengupdate lagu-lagu baru mereka. And I was like “wow! This song is so me!” yang aku pikir hanya 1 atau 2 lagu saja. But turns out, all their song is so me!!

Entah mereka yang menciptakan lagu sangat relating dengan keadaan orang banyak, ataukah memang masalah percintaan saya yang sangat mainstream? Ataukah masalah percintaan saya yang terisnpirasi oleh lagu mereka? Atau lagu-lagu mereka yang terinspirasi oleh perjalanan kisah romance saya? Which is ini sih sangat tidak mungkin. Lol! I don’t know though.

Selama gue jatuh cinta ke mas crush, gue merasa lagu “What should I Do?”, “I Like You”, dan “How To Love” tuh nge-backsound-in gue kalo gue lagi bales-balesan DM hahaha. Like, these song was sooo related. Apalagi “I Like You”, jadi pernah gue cerita ke salah satu temen virtual gue tentang mas crush gue ini, trus dia menyarankan that i should tell him about how i feel, tapi gue ngga berani, takut ditolak dan malah dianya menjauh, tapi di lyric lagu ini Jae bilang, ‘그저 '미안해'란 한마디만 해주면 돼요 I'll be fine, yeah’ yang artinya, ‘kalo kamu mau bilang maaf (saat aku menyatakan perasaanku padamu)juga ngga apa-apa, aku akan baik-baik saja’, but i don’t think i’ll be fine, so i'll just like you silently (ebener ngga yah bahasa inggrisnya begini?) HAHAHA.

Sementara itu “All Alone” dan “I Need Somebody” sometimes gue banget kalo gue lagi menye-menye. Sok tegar padahal kesepian. Wkwkwk

Dan, yang sedang gue alami saat ini adalah fase patah hati yang gue rasa sangat merepotkan ya ternyata patah hati itu, bikin emosi naik turun, males bertegur sapa sama orang, pengennya rebahan aja di kasur sambil dengerin lagu galau. Monmaap anda patah hati atau memang malas saja nih kalo leh taw?

Anyway, saat gue cerita tentang kepatah hatian gue ke Teh Nida, she said ‘Sending Congratulations Song’ yang awalnya gue ngga ngeuh makna di balik lagu ini tuh apa, dan saat gue ngeplay lagu ini di youtube yang english ver. And Holy Crap! how can all of Day6 songs can interpreting my feeling? Like they have song for any condition, lol! Buat jatuh cinta ada, patah hati ada, tentang hidup juga ada. WOW!! (segera memasukan konser day6 ke bucket list).

Emang bener ya tapi kata iklan di spotify, kalo lagi sedih dengerin juga lagu sedih, niscaya kesedihan itu akan semakin nyata, ya kaya gue, terus-terusan muterin lagu Congratulations nya day6, Korean ver. Iya English ver. Iya. Belum lagi masih banyak lagu day6 yang relate dengan patah hati gue ini, kaya “Hurt Road”, “Letting Go”, “I loved You”, dan masih banyak lagi lagu-lagu day6 yang bisa banget sejalan sama apa yang sedang gue rasakan.


Kira-kira begitulah kisah asmara gue belakangan ini, bucin iya, patah hati iya, tapi nggak apa-apa, yang penting disoundtrack-in Day6.

Kisah asmara Eroh yang bucin dan naas, OST by: Day6.
LOL!!

Monday, 22 April 2019

Minggu Padat Seorang Fangirl

Bulan kemarin aku sering banget ngeluh, kalo drama korea lagi ngga ada banget yang seru. Walau yang lain pada heboh sky castle, tapi aku ngga, gila sih itu drama abusive banget, aku ndak kuat nontonnya, sakit kepala wkwkwk.

Setelah melewati minggu-minggu penuh kegabutan, akhirnya di penghujung Maret kemarin, muncullah drama-drama baru yang seru dan layak banget diikutin sesuai dengan selera hamba yang receh ini.

Semenjak pensiun ngikutin running man, hari Seninku emang gabut sih, belajar kagak, tidur cepet kagak tapi malah nyari pengalihan ke series barat, akhirnya tetep aja kerja kesiangan muluk. zzzz. Dan udah sekitar 1 bulan ke belakang, aku ngikutin Knowing brother, semenjak episode Kwanghee sama Zico trus jadi malah nagih.

Variety shownya Ryu Junyeol dan Lee Jehoon juga seru, judulnya Traveler. Kayanya sih underrated soalnya jarang yang ngomongin variety ini, udah gitu ngga ada di smallencode jadi rada susah downloadnya. Selain karena temanya tentang travel (makanya aku ngikutin), di variety ini Ryu Junyeol dan Lee Jehoon tuh kaya dilepas aja gitu sama tim produksinya, mereka nyari penginapan sendiri, jalan-jalan ke tempat wisatanya juga mereka tentuin sendiri. Jadi asik aja liatnya, belum lagi Ryu Junyeol tuh ya, menurutku gayanya ngga Korean guy banget, pokoknya beda banget deh pembawaannya sama Lee Jehoon. Aku kan jadi naksir wkwkwk. Halu tuk kesekian kali. Nah traveler ini aku jadikan tontonan Sabtu malam, sebelum belajar buat kuliah Minggu pagi (kalo inget), biasanya aku nonton dulu traveler supaya belajarnya tambah fokus eheheh.


Cr: https://www.soompi.com/article/1303456wpp/lee-je-hoon-and-ryu-jun-yeol-experience-the-ups-and-downs-of-backpacking-in-posters-for-new-variety-show

Nah awal April ini ada drama weekend yang menurutku sih ini bagus banget. Judulnya 'Beautiful World' ada Nam Da Reum yang jadi pemain (mungkin) utama di drama ini. Awalnya kukira ini hanyalah drama rom com tentang cinta monyet anak sekolah, ya secara yang main cah ganteng Nam Dareum kan? Ya nuna kira ini dramanya bakal lucu lucu geer gitu, tapi ternyata drama ini tak seindah judulnya. Mengangkat tema bullying, drama ini sungguh menguras air mata. (Oppa pokoknya kalo kita nanti nikah, anak kita sekolahin di Indonesia aja yah, sekolah di Korea berat banget kayanya) halu gue kambuh mon maap. Awalnya aku mau review drama ini tapi nunggu kelar, tapi kan masih lama banget dan aku gatel pengen ngeblog, jadi yawda ku posting di sini aja sekalian yah hehe, kalo udah kelar dramanya aku review. Jadi setelah nonton traveler itu aku sebenernya ngga langsung belajar, lanjut dulu nonton beautiful world ehehehe.

cr: https://en.wikipedia.org/wiki/Beautiful_World_(TV_series)

Memasuki hari senin, 14 April kemarin game of thrones tayang kan, jadi Senin malam ku, ku isi dengan game of thrones. Ngga boleh diganggu gugat, pokoknya Senin malamku adalah milik Jon Snow (wow!).

cr: https://www.mynation.com/hollywood/game-of-thrones-season-8-jon-snow-arya-stark-romancing-shocking-spoiler-by-george-rr-martin-pqc9zw

Hari Selasa dan Rabu itu jatahnya 'Welcome to Waikiki 2' dan 'He Is Psychometric'. He is Psychometric sebenarnya ngga bikin penasaran-penasaran banget sih, cuman karena aku gemes sama kisah cinta tak berbalasnya Dasom dan Kim Kwon aja jadi ngikutin. Kalo yang Welcome to Waikiki mah udah tau kali yah betapa malangnya nasip Lee Junki di season 1? dan nasip malang doi masih berlanjut sampe ke season 2. Receh banget sih drama ini tuh, meskipun pemain lamanya yang bertahan cuman Lee Junki doang, tapi tetep sukaaa, demen aja liat Lee Junki menderita HAHAHA.

cr: http://asianwiki.com/Welcome_to_Waikiki_Season_2

https://en.wikipedia.org/wiki/He_Is_Psychometric
Nah memasuki akhir weekdays, drama 'Her Private Life' yang masuk ke jadwal tontonan hamba. Ini dramanya gemes banget sih, selain karena Kim Jaewook yang biasanya jadi psyco di sini dia jadi bos yang nyebelin tapi lucu menggemaskan bikin naksir, juga drama ini mengangkat tema tentang dunia fangirl. Terus aku teringat ketika betapa dulu aku memuja Lee Donghae, ketika dulu Lee donghae yang dicaci-maki aku yang kesel, dan ketika poster telanjang dada Lee Donghae yang terpajang di depan tempat tidur. GILA WOY GUE SEBEGITUNYA DULU TUH.

cr: https://songminjee22.wordpress.com/2012/07/18/pict-super-junior-6th-album-sexy-free-single-ver-b-part-3/
Poster Lee donghae yang dulu menemaniku menutup dan membuka mata :).

cr: http://asianwiki.com/Her_Private_Life
Begitulah kira-kira jadwal padatku, belum lagi Kamis besok ada Avengers. ENDGAME GUYS? APAKAH KALIAN SUDAH PUNYA TIKETNYA? TIKETKU NIH. SIAP BANGET DEMI YAYANG KAPTEN.



Semoga sedikit banyaknya jadwal minggu padatku ini bisa membantu mewarnai kehidupan kalian semua ya guys. wkwkwk.



Tuesday, 24 July 2018

Another curhat colongan chapter "Life Is Hard"


“Kapan nikah?”
“Udah ada pacar?”
 “Jadi sekarang pacarnya orang mana?”
“Makanya jangan nyari yang kaya artis korea muluk, ngga akan ketemu”
and i'm always smile when i heard those questions. :)

First of all, I’m sick with those questions. Kadang nih yah gue berpikir, surrounded with those kind of people bikin gue risih dan merasa gue ini ngga cocok hidup di lingkungan mereka. Atau gue yang terlalu baperan untuk hidup di sekitar mereka? Like seriously, emang gue ngga punya tujuan hidup lain apa selain menjalin rumah tangga? emang gue keliatan mupeng banget merit gitu? I mean, gue masih pengen jalan-jalan tanpa harus mikirin ‘ngga enak sama mertua’ atau ‘nanti anak gue siapa yang jagain’. Dan yang paling penting dari yang terpenting, gue masih bisa bahagia walaupun gue belum ada pacar atau pun suami. Karena seperti paham yang selalu gue anut bahwa kebahagiaan itu jangan dititipkan sama orang lain, bahagia itu harus dari diri sendiri.

Awal tahun 2018 ini sebenernya gue merasa berat hidup sebagai seorang jomblo di Indonesia(?) wkwk atau mungkin cuman di wilayah gue tinggal doang, atau lagi-lagi apa guenya yang terlalu baper? im not sure. Kaya gue mau nonton romantic movie sendirian aja tuh too much hesitate gitu, takut diliatin dengan pandangan yang gimana gitu sama orang lah, takut dikira jones lah, takut dikira ngga punya pacar lah, lah emang iya deng kalo itu hahaha. But anyway, im really really uncomfortable with that. I mean, gue tahu, itu sih gimana gue nanggepinnya yah, cuman dari mendekati gue ulang taun  yang ke seperempat abad ini tuh gue yang lagi mudah baper gitu, apa-apa kepikiran, apa-apa takut dijudge. Udah masuk seperempat abad kali yah gue jadi kena sindrom hiks.

To be honest, pulang dari jalan-jalan kemaren gue bener-bener lupa kalo gue sempet baper gegara jomblo. Seriously di luar sana masih banyak hal-hal yang amat sangat menyenangkan dibanding gue terus-terusan merana meratapi kejombloan yang tak kunjung usai ini wkwk. Bukannya mikirin bentar lagi 25 trus gue kudu cepet-cepet kawin, gue lebih mikirin gimana gue bisa punya tabungan banyak supaya gue bisa sering jalan-jalan dan hidup gue akan sangat menyenangkan. Trus energi-energi negative juga yang kaya takut dijudge, mudah baper yang gitu-gitu tuh kaya udah mulai berkurang, dan lebih focus ke memperbaiki diri. Lebih baik kan? Dari pada kepikiran masalah lebih baik kita mikirin solusinya bukan?

But then suddenly some questions pop up on my head, what if gue belum bisa nikah sampe gue umur 30 tahun? What if kalo jodoh gue dan gue sama-sama ngga bergerak makanya kami belum bisa bersatu (apaan sih? geli deh wkwkwk), what if jodoh gue masih dijagain sama orang? What if jodoh gue berada di bagian bumi yang lain? Dan what if - what if yang lain.

Beberapa minggu yang lalu gue baca artikel tentang sepasang anak SMP yang pergi ke KUA minta dinikahkan, setelah ditanya alasannya kenapa, si cewek bilang dia ngga mau tidur sendirian. Sesimpel itu yah adek adek alasan kalian menikah? Sirik deh kakak jadinya wkwk. Sementara membayangkan tentang pernikahan, yang ada di benak gue saat ini adalah, gimana hidup gue setelah menikah? Akan tinggal di mana gue nanti? Apakah gue masih akan bekerja seperti sekarang? Gimana kalo gue punya anak? Apa gue udah siap? Nanti anak gue dititip ke siapa kalo gue kerja? Dan masih banyak gimana-gimana yang lain yang belum bisa gue bayangkan. Bahkan gue belum bisa membayangkan akan menjadi istri seperti apa gue kelak? LOL!

Gue ini kuliah juga baru mulai, gue merasa belum cukup pinter untuk mewariskan otak gue ke calon anak-anak gue, gue juga masih cukup egois untuk mikirin orang lain, makanya gue masih memantaskan diri untuk calon suami dan anak-anak gue nanti (bahasanya yaaa geliiii hahahahaha). Well, menikah itu pilihan, bukan suatu keharusan. Gue mau nikah di umur berapa pun itu pilihan gue, bukan semata-mata gue panic gegara ngeliat temen-temen gue pada nikah meanwhile gue ngga laku-laku, yaelah sad amat nasib gue yak. Wkwk.

The second of all, gue mau nyambungin curhatan gue dengan postingan blog kak ron beberapa bulan lalu, yang dia bilang “life kinda hard these day, kenapa ya?” bcoz im feel the same way. Entah karena semakin bertambah umur juga jadi semakin banyak yang dipikirin, entah gegara apa juga gue sendiri kadang-kadang ngga paham. Again. Quarter life crisis.

Belum lagi gue ini anaknya kadang suka berharap lebih, terus kalo yang gue dapatkan ngga sesuai dengan apa yang udah gue harapkan, gue suka down gitu untuk beberapa saat. Seperti beberapa bulan yang lalu yang udah gue curhatkan di Instagram gue,  seperti saat gue jalan sama doi, yang ternyata ngga lanjut ke step(?) berikutnya, atau seperti saat gue dan dia lunch bareng yang ternyata lunch bareng itu tidak berarti apa-apa buat dia meanwhile perut gue geli sama kupu-kupu, atau saat gue merasa sedang quality time sama dia padahal dia ngerasanya cuman main doang. Dan itu sebenernya bukan salah doi, dia dan dia. Itu semua salah gue, salah gue yang ngarep duluan, salah gue yang terlalu menaruh harapan lebih bahwa doi, dia dan dia memiliki perasaan yang sama dengan gue padahal ngga. Poor you roh! Wkwkwk. Anyway I’m fine now.

Dari situ gue belajar lagi, gimana caranya supaya gue ini ngga ngarep-ngarep banget anaknya, ngarep boleh asal manusiawi wkwkwk. Sebenernya dari instagram-instagram yang gue follow, mostly gengnya @amrazing (Alexander Thian) gue belajar tentang self acceptance, self love, dan how to manage the reaction, karena gue ngga bisa ngontrol how I feel atau mengontrol emosi, jadi katanya control lah how you react. Begitu.

Beberapa waktu lalau gue juga ditegur cees gue, yang katanya gue ini egois, yang katanya  gue ini jahat kalo berkata-kata, jadi gue ini kadang berkata apa adanya tanpa mau tau bagaimana perasaan orang yang udah gue katain itu. And yeah. I admit it. Trus I’m feel guilty gitu, karena telah menjadi orang yang ngga sepeka itu. Ngomong jujur boleh, bagus malah, tapi kan mestinya gue lebih bisa milih kata-kata yang pantas dan tentunya ngga nyakitin perasaan orang, yekan? Dan satu lagi, mungkin gue harus belajar lebih banyak lagi kosakata supaya gue bisa mengungkapkan kejujuran tanpa harus menyakiti walaupun kejujuran itu pahit (halah! Wkwk ).

Pokoknya lagi focus dulu ke memperbaiki diri sendiri, focus membahagiakan diri sendiri, focus ke kuliah, masih belajar mencintai kerjaan, jadi kalo gue udah yang yakin bener-bener siap untuk gue mencari pendamping hidup (ciyee), then I will. So instead you guys judge me with your beautiful words, can you just support me as I am now? Karena jujur kadang di balik ‘aku sih ngga peduli sama omongan mereka’ kadang pas lagi sendirian di kosan tetiba aja omongan-omongan itu terlintas, dan ya gue jadi kepikiran! gimana sih?! Trus jadi kesel sendiri, jadi labil sendiri, emosi jadi meledak-ledak (ini sih lebay) wkwkwk.

Anyway, sekian dulu deh curhatan gue. Kapan-kapan gue sambung lagi. I love you guys yang menyempatkan diri membaca curhatan gue ini, and don’t forget to spread happiness J. XOXO