Showing posts with label love life. Show all posts
Showing posts with label love life. Show all posts

Monday, 9 March 2020

How Can All of Day6 Songs Can Interpreting My Feeling?


Thought we were meant to be
I thought that you belonged to me
I’ll play the fool instead
Oh but then i know that this is the end
Congratulations, glad you’re doing great
Congratulations, how are you okay
How could be you so fine
I can see it in your eyes
The same look that that you gave me, that kills me inside
I don’t even need to ask, yeah
I know you too damn well, yeah
I can see that smile and can tell that you did more than move on
I hate that you’re happy
I hope that you can’t sleep
Just knowing that i could be with somebody new
That i’d be just like you
(song by: Day6 – Congratulations english ver.)

이제는 연락조차 받질 않아
너 대신 들리는 무미건조한 목소리
힘든 날들도 있는 건데
잠깐을 못 이겨 또 다른 대안을 찾아가
시간을 가지자
이 말을 난 있는 그대로
시간을 가지잔 뜻으로 받아들여 버렸어
(song by: Congratulations original ver.)

cr: https://id.pinterest.com/pin/811844270313464152/?lp=true

Sepenggal lirik lagu Congratulations yang gue tulis di atas versi english, itu cukup mewakili perasaan gue saat ini, apalagi yang versi Koreanya yang juga gue tulis di atas dan sangat lebih mewakili perasaan gue. because you know what? My heart just broken, bcoz my phone call guy or whatever I called him, will getting married very very soon. Well I don’t know when exactly, but probably soon. I can’t ask him either, bcoz we just blocked each other account. Lol!

Sebulan ke belakang hidup gue ini berasa disoundtrack-in banget sama lagu-lagunya Day6 deh, dari lagu jatuh cinta yang pas banget buat gue mendedikasikan perasaan (?) ke mas crush, sampai ke lagu patah hati yang bikin patah hati gue semakin nyata.

Sejak gue minta rekomendasi lagu-lagu Day6 ke Teh Nida yang juga lagi bucin sama Day6, kemudian gue mulai kembali mendengarkan lagu-lagu mereka dan mengupdate lagu-lagu baru mereka. And I was like “wow! This song is so me!” yang aku pikir hanya 1 atau 2 lagu saja. But turns out, all their song is so me!!

Entah mereka yang menciptakan lagu sangat relating dengan keadaan orang banyak, ataukah memang masalah percintaan saya yang sangat mainstream? Ataukah masalah percintaan saya yang terisnpirasi oleh lagu mereka? Atau lagu-lagu mereka yang terinspirasi oleh perjalanan kisah romance saya? Which is ini sih sangat tidak mungkin. Lol! I don’t know though.

Selama gue jatuh cinta ke mas crush, gue merasa lagu “What should I Do?”, “I Like You”, dan “How To Love” tuh nge-backsound-in gue kalo gue lagi bales-balesan DM hahaha. Like, these song was sooo related. Apalagi “I Like You”, jadi pernah gue cerita ke salah satu temen virtual gue tentang mas crush gue ini, trus dia menyarankan that i should tell him about how i feel, tapi gue ngga berani, takut ditolak dan malah dianya menjauh, tapi di lyric lagu ini Jae bilang, ‘그저 '미안해'란 한마디만 해주면 돼요 I'll be fine, yeah’ yang artinya, ‘kalo kamu mau bilang maaf (saat aku menyatakan perasaanku padamu)juga ngga apa-apa, aku akan baik-baik saja’, but i don’t think i’ll be fine, so i'll just like you silently (ebener ngga yah bahasa inggrisnya begini?) HAHAHA.

Sementara itu “All Alone” dan “I Need Somebody” sometimes gue banget kalo gue lagi menye-menye. Sok tegar padahal kesepian. Wkwkwk

Dan, yang sedang gue alami saat ini adalah fase patah hati yang gue rasa sangat merepotkan ya ternyata patah hati itu, bikin emosi naik turun, males bertegur sapa sama orang, pengennya rebahan aja di kasur sambil dengerin lagu galau. Monmaap anda patah hati atau memang malas saja nih kalo leh taw?

Anyway, saat gue cerita tentang kepatah hatian gue ke Teh Nida, she said ‘Sending Congratulations Song’ yang awalnya gue ngga ngeuh makna di balik lagu ini tuh apa, dan saat gue ngeplay lagu ini di youtube yang english ver. And Holy Crap! how can all of Day6 songs can interpreting my feeling? Like they have song for any condition, lol! Buat jatuh cinta ada, patah hati ada, tentang hidup juga ada. WOW!! (segera memasukan konser day6 ke bucket list).

Emang bener ya tapi kata iklan di spotify, kalo lagi sedih dengerin juga lagu sedih, niscaya kesedihan itu akan semakin nyata, ya kaya gue, terus-terusan muterin lagu Congratulations nya day6, Korean ver. Iya English ver. Iya. Belum lagi masih banyak lagu day6 yang relate dengan patah hati gue ini, kaya “Hurt Road”, “Letting Go”, “I loved You”, dan masih banyak lagi lagu-lagu day6 yang bisa banget sejalan sama apa yang sedang gue rasakan.


Kira-kira begitulah kisah asmara gue belakangan ini, bucin iya, patah hati iya, tapi nggak apa-apa, yang penting disoundtrack-in Day6.

Kisah asmara Eroh yang bucin dan naas, OST by: Day6.
LOL!!

Friday, 4 October 2019

What a Sudden Confession!


Di tengah rehat mikirin tugas yang ngga kelar-kelar, tangan gue ini seperti ngga tau diri, otak lagi kerja keras mikir, dia malah sibuk bukain instastory orang.

Salah satu instastory yang ada di sebelah kiri adalah instastory miliknya. Duluuuu jaman gue masih anaknya kpop banget, gue naksir dia. I just love how the way he expresses his feeling, kaya dia tuh bebas aja gitu mengekspresikan perasaan dia.

Sampai akhirnya dia ke Bandung dan gagal ketemu temennya, gue gambling bales twitternya menawarkan bantuan, trus dibales dan tukeran id line, dan untuk beberapa bulan kedepannya gue seperti konsultan angkot bagi dia kalo dia hendak ke Bandung. Nggapapa. Cuman jadi konsultan angkot juga gue bahagia. Pada saat itu. Wkwkwk.

Pernah juga dia ngerandom ke Bandung sendirian dan ngga punya acara apa-apa, trus dia ngeline atau entah gue yang ngeline duluan, gue udah lupa. Yang berujung gue dan dia meet up di BTC untuk main pump, dan makan di kfc. 

Gue happy bukan main, kaya sebuah pencapaian terbesar dalam dunia per-gebet-an gitu. Bisa main berdua, cerita-cerita seru, dan ceritanya tuh ya kaya ke temen aja, ngga ada awkward-awkward an (ini sudut pandang gue, nggatau sudut pandang dia kek gimana wkwkw), meski tangan gue panas dingin. Iya. Patokan gue naksir orang tuh. Tangan gue panas dingin kalo lagi beduaan. Apa banget yah? Wkwkwk.

Seminggu setelah pertemuan itu terjadi, gue masih bisa merasakan hati gue berdebar-debar kalo pikiran gue tetiba melayang ke hari itu. Iya. Geli banget ngga sih? Haha

Malam ini, ketika dia menulis panjang lebar tentang kisah cintanya yang tak berbalas di instastory, dan gue suka dengan gaya tulisannya. Gue reply lah, gue bilang gue suka tulisannya, gue harap cewe yang ada di story ini someday will relize that she loves him too, trus dia curcol kalo cewenya ngga suka dia, dia sebel karna itu, dan dia bilang dia sebel karna selalu suka sama orang yang salah.

(Biasanya nih, jaman lagi naksir-naksirnya doi, cuman dimensyen di twitter aja gue langsung curhat ke temen gue. Apalagi di curhatin begini, bisa tidur sambil nyengir gue malamnya Wkwkwk)

Kemudian entah angin dari mana, gue bales lagi. "Aku pernah naksir kamu loh jaman dulu Hahahaha", Yang dibales dengan capslock tertawa. Mungkin dia kaget juga. Lalu gue cerita betapa happynya gue waktu itu. Trus dia bilang dia juga seneng waktu diajak main pump itu. Kalo ini dulu dia bilang begini nih ati gue ngga santai banget nih pasti. Wkwkwk

What a sudden confession ngga sih? Eh masih bisa dianggap confession kan ya walopun udah ngga berdebar-debar lagi ati gue? Gue dan dia ngakak-ngakak di reply-reply an instagram, gue ngakak lega karna akhirnya setelah dulu mendem rasa sedemikian lama bisa nyampein ke orangnya langsung, walopun sekarang udah biasa aja. Dia mingkin ngakak karena ngga nyangka gue ternyata naksir dia. 

Lalu dia bilang, katanya kapan2 ayo ketemu buat main pump, tapi kok gue malu ya wkwkwk. Dia bilang nggapapa, kita kan punya 1 kesukaan yang sama. Gue bilang anggap aja confession tiba-tiba gue malam ini ngga pernah terjadi yah. Dia bilang mau dijadiin bahan cerpen.

Anyway, hari ini saya random sekali. Dari mulai nyasar di ibukota sampai confession perasaan yang bahkan sekarang udah ngga berbekas. Wkwkwk.

Good night! Have a nice dream!

Sunday, 5 May 2019

26 Me

Dulu pas kelas 1 SMK ada namanya pelajaran BP, Budi Pekerti, dan ada pada suatu pertemuan kami diberi tugas untuk membuat peta kehidupan. Jadi di selembar kertas hvs, kita bikin kotak-kotak gitu terus diberi nomer yang artinya itu umur kita. Dan di kotak tersebut kita harus menuliskan target-target apa saja yang ingin kita capai di umur tersebut.



Aku inget banget ketika beberapa temanku bilang ingin nikah muda, aku menargetkan menikah di umur 26. Menurutku 26 itu umur yang pas, tidak terlalu tua dan sudah melewati batas muda(?). Iya kan? Iya nggak sih? Udah melebihi seperempat abad kan? Berati udah ngga begitu muda, bukan begitu? OMG! Thats Sad!!

Anyway, kalo dilihat dari peta kehidupan yang pernah dibuat oleh aku versi 15 tahun, idealnya tahun ini  aku menikah wkwkwk. Tapi...... mari saya curahkan di sini.

First of all, nikah itu ngga bisa sendiri, harus sama pasangan kan? Lah pasangan yang cocok juga gue belum nemu wkwkwk. Ada sih cocok, ganteng, baik, personalitynya ok, pandangan politiknya ngga alay, eh baru sadar gue terlalu halu, ternyata dia Chris Evans zzzz. Ada lagi cocok personalitynya, eh virtualan doang mana beda agama hemmm... oiya adalagi cocok, sesuai hati nurani banget deh ini mah, selalu ada baik suka maupun duka, eh cuman henpon, ya kali gue nikah sama henpon woy!!



Kedua, nikah butuh modal, kesiapan materi dan mental itu penting. Harus punya tabungan untuk hajatan kan? Ya walaupun nanti hajatannya ngga gede-gedean, tetap harus punya tabungan dong? Untuk kesiapan materi sejujurnya aku belum menyiapkan sama sekali. Buat bayaran kuliah aja masih empot-empotan (?). Belum lagi biaya yang diperlukan setelah menikah, rumah, kendaraan, biaya untuk pendidikan anak. Geez! i'm not ready yet! hehe

Sekarang biarkan aku membahas tentang kesiapan mental. Sebelumnya menikah itu apa sih? Bukan cuman hidup bareng dan punya anak aja kan? Banyak banget yang harus dipersiapkan. Ini sih menurut pemikiran aku aja yang emang belum siap nikah nih yah hehe, kaya kita harus siap berbagi tempat tidur (wow!), selalu jujur dan percaya dengan pasangan, sementara gue kalo nitip makan dan dibilang tukang dagangnya tutup aja masih suka nggak percaya wkwkwk, dan yang paling penting dari yang terpenting, kita harus mengurang ego kita agar nggak bentrok sama pasangan, right? sementara gue sama adik dan keponakan sendiri aja masih sering berantem gara-gara rebutan remot TV HAHAHA.

Sementara masih banyak orang yang bilang "jangan terlalu pemilih lah, nanti ngga dapet-dapet" atau "mending coba aja dulu sama yang ada". EXCUSE MEEEEE gue mau beli baju aja milihnya lama terus masa milih jodoh harus cepat-cepat? I know i'm so picky when it come about life partner, tapi ya itu kan buat kehidupan jangka panjang wajar dong kalo aku pemilih?

Kenapa aku menceritakan ini dengan sangat menggebu-gebu? Karena issue 'nikah' di umur 20-25 bagi cewek di Indonesia khususnya di tempat aku tinggal, kayak semacam prestasi? Atau pencapaian? Ya.. something like that, kayak someone yang udah nikah are cooler than anyone yang masih jomlo.

Wich mean menurut pendapat aku pribadi, nikah itu bukan pencapaian tapi suatu kesiapan. Aku, walaupun udah 26 tahun, tapi belum siap nikah, ya kenapa harus dipaksakan? Aku masih bisa bahagia meski sendiri. I'll always put myself in the first place, jadi selama aku masih baik-baik saja dengan diriku sendiri, kenapa harus dipaksakan dengan harus mencari seseorang tapi malah bikin beban, kan? Hehehe. Jadi bisakah teman-teman sekalian mengurangi pertanyaan-pertanyaan seperti itu? Thanks.

Quarter life crysis juga sudah mulai berkurang di umur 26 ini. Alhamdulillah. Walaupun aku sendiri merasa aku mulai agak apatis tentang semua hal yang tidak menguntungkan, tapi aku masih belajar untuk tetap mindfulnes, meski emosi masih sering meledak-ledak, at least i'm learning hehe.


Dear the other part of me,Semoga di tahun ini aku semakin bisa mencintai diri sendiri dan mulai belajar mencintai orang lain, mulai serius belajar memanage financial dan emosi. Altough you've work hard and you did well... i love you ♡♡♡

Wednesday, 23 May 2018

Curhatan Umur 25


Dua puluh lima. Bukan Dua Lipa yah. 25. Dua puluh lima bagi gue pribadi itu angka sacral. Kenapa? Karena gue gajian tiap tanggal 25 hahaha. Tapi gue ngga akan bahas kenapa gue gajian tanggal 25, bukan tanggal 1? Karena gue juga ngga tau kenapa wkwk, yang akan gue bahas disini adalah 25 tahun umur gue. Wagila sih! Gue udah seperempat abad. HIKS T___T.

Tepatnya 5 Mei kemaren gue baru saja berulang tahun yang ke-25 menurut akte. Kenapa? Karena sesungguhnya tanggal lahir gue itu tanggal 30 Mei. Loh kok bisa? Iya. Jadi katanya tanggal lahir gue itu samaan kaya tanggal lahir alm. Kakak gue yang cowok. Tapi kalo ditanya menurut kalender islam kata emak, gue itu lahirnya 2 hari sebelum Idul Adha tahun 1993. Terus emak gue bilang gue lahirnya hari sabtu pergantian ke malam minggu. Pas udah ada internet gue iseng-iseng nyari kalender 1993, eh kok tanggal 5 bukan hari minggu? Loh trus gue jadinya lahirnya tanggal berapa nih? Akhirnya gue browsing lagi idul adha tahun 1993 itu kapan? Dan internet bilang tanggal 1 Juni, berarti kan tanggal lahir gue sesungguhnya tanggal 30 Mei. Mungkin waktu itu emak gue masih belum move on dari kehilangan alm. Kakak gue yang cowok itu, jadi tanggal lahir gue pun inget nya tanggal lahir alm. Kakak gue. Gue ngga protes, takut nanti emak gue sedih lagi keinget alm. kakak gue. Cuman gue pengen pake tanggal lahir sendiri juga susah, wong di akte, ijazah SD, SMP, SMK, KTP, SIM pun udah pake yang tanggal 5, temen-temen gue juga taunya gue ultah di tanggal 5, jadi yawda, yang tanggal 30 itu gue rayain sendiri saja. Pernah sih waktu gue cerita kaya gini kek yorobun baltos, teh Ika bilang “mungkin karna kamu salah tanggal lahir roh, jadi do’anya ngga didenger” gue mikir ‘bisa jadi yah?’ tapi gue mikir lagi ‘ah tapi masasih Allah setega itu?’ akhirnya temen-temen deket gue aja yang tau kalo tanggal lahir gue yang sesungguhnya itu 30 Mei. Dan sekarang mungkin kalian-kalian yang baca postingan gue ini juga jadi tau ehehe. Jadi belum telat kok kalo mau ngucapin hahahaha.

Gue sebenernya terinspirasi bikin postingan ini, karena minggu lalu gue baca blog nya kak Ron (kaoskakibau.com) yang judulnya 27 (dua tujuh), dia di sana ngebahas tentang perasaan dia umur 27 tuh kaya gimana, pokonya yang gitu-gitu. Dan gue pikir kenapa gue ngga bikin juga postingan kaya gitu? So, should we start?

Tau nggak sih? Dulu pas gue jaman-jaman SMP kan kakak gue udah kuliah tuh, trus mikirnya kayak kok enak yah jadi orang gede, bisa kemana-mana, bisa pacaran, bisa maen sampe nginep-nginep. Seiring waktu berjalan, gue pun akhirnya ngerasain bisa kemana-mana, bisa maen sampe nginep-nginep juga tapi kalo yang bisa pacaran duh moon maap belum bisa dibisakan ehehe.

Awalnya pas gue baru menginjak kepala 2, gue ini selalu berpikir positif, bahwa mungkin sifat-sifat kekanakan gue akan berubah dengan sendirinya karena pertambahan umur, mungkin gue bisa akan seperti orang umur 20 an yang lain. Iya. Gue selalu berpikir seperti itu. Yang kemudian di umur 22 tahun gue mulai sadar, kalo bertambahnya umur ngga menjamin berubahnya sifat-sifat manusia. Kaya gue, masih suka ngomong sendiri, masih suka ketawa-ketawa sendiri kalo teringat sesuatu yang lucu suara juga masih cempreng zzz, dan masih suka fangirling oppa-oppa Korea, bahkan sekarang nambah lagi, gue lagi crazy over Captain America a.ka.a Chris Evans. Oiya 1 lagi, kalo mau ngajuin kredit suka dibilangin gini ‘tapi umurnya harus udah diatas 21’ terus mba/mas nya ngeliatin gue dari atas sampe bawah. Padahal ingin rasanya gue langsung ngeluarin ktp. Gue sih seneng-seneng aja yah karena dengan begitu berarti gue terlihat awet muda kan yah? Mwehehehe. Umur boleh 25, tapi muka dan kelakuan masih kaya umur 20 HAHAHAHA.

Sesungguhnya 2 minggu terakhir menjelang tanggal 5 Mei, gue merasa terkena sindrom seperempat abad. Ngga tau ini cuman perasaan gue aja deh, tapi selama 2 minggu itu, gue merasa jadi orang yang lebih sensitif dari biasanya, trus mood juga swing banget, tiba-tiba bête, tiba-tiba sedih, tiba-tiba happy lagi, labil banget deh pokoknya. Trus gue juga mikirnya kaya waaah ini gimana gue mau umur 25 tapi gue masih gini-gini aja. And that made me sad L.

Tahun kemarin merupakan tahun kedua gue hidup di Tangerang yang selalu gue bilang kalo gue ngga punya teman untuk ngalay jadinya gue sering pergi ke mana-mana sendiri kan? Dan karena gue sering ke mana-mana sendiri juga gue akhirnya sedikit lebih mengenal diri gue, gue jadi tau mana yang gue suka mana yang ngga, gue lebih bisa bilang ‘ngga’ ke ajakan orang yang gue ngga mau, I mean dulu tuh kaya diajak ke sini hayuk diajak ke sana hayuk, pokonya ke mana juga hayuk deh walopun kadang hati enggan berangkat. Karena emang dulu gue orang nya se-ngga-punya-pendirian-itu. Karena dulu gue emang ngga menomor satukan diri gue sendiri. Karena gue dulu masih takut dijudge. Dan karena gue dulu takut ngga punya temen kalo gue nolak atau bilang ngga ke temen.

            Tahun lalu, gue udah bisa bilang ‘ngga’ ke beberapa ajakan teman, gue bisa ke mana-mana sendiri tapi tetap happy, gue udah ngga peduli orang mau nilai apa yang penting gue nyaman, happy dan ngga nyakitin perasaan orang lain. Prinsip gue baru-baru ini adalah ‘lu ga ganggu idup gue, gue pun ngga akan ganggu idup lu’ simple ngga sih? Apa kesannya kaya sombong? Tapi yaa dari tahun kemarin tuh gue mulai menerapkan prinsip itu di hidup gue sih ehehe.

            Gue juga lagi belajar banyak tentang self acceptance dan self love, karena ya gue mikirnya, kalo gue nya sendiri masih belum bisa nerima keadaan gue dan belum bisa mencintai diri gue sendiri, gimana gue bisa mencintai orang lain dan nerima orang lain apa adanya kan? Jadi di tahun ini gue ingin lebih fokus ke diri gue sendiri dulu. Tapi kalo ada yang bermaksud PDKT y ague ngga nolak HAHAHA.

Sementara masih banyak yang suka nanya “emang ngga pengen nikah gitu?” atau “mau sampe kapan menjomblo?” atau “inget umur loh, masih seneng aja sama korea2an? Mau kapan nyari pacar?” dan pertanyaan-pertanyaan lain tentang pernikahan yang gue juga ngga tau musti jawab kaya gimana lagi. Yang jelas tujuan gue di umur 25 ini bukan nikah. Gue ingin lah nikah, tapi bukan di tahun ini, mungkin juga bukan di tahun depan. Gue masih ingin bebas, masih banyak tempat-tempat yang ingin gue kunjungi, meskipun kadang ada aja yang nyeletuk “lebih enak lagi kalo perginya sama suami loh” ya begitulah susah ngomong sama netizen yang budiman.

Tujuan hidup seseorang kan berbeda, bahkan tujuan hidup seorang aja bisa berubah setiap tahunnya bukan? Atau ini cuman gue doang yah? Menikah bukan tujuan gue saat ini, belum bisa gue prioritaskan. Kuliah aja baru semester 2 kan, gue belum siap aja berbagi penderitaan sama pasangan wkwkwk, gue ingin sih berbagi kebahagiaan tapi kalo berbagi penderitaan, duh bentar dulu deh. Mungkin kalo gue udah ngerasa gue ngga penuh penderitaan baru gue akan membuka diri untuk berbagi penderitaan dengan calon pasangan gue. Eciyeeee

To be honest, gue sempet yang ngerasa kayanya gue butuh pacar deh, pengen juga gitu ngedate malam minggu, ke bioskop bareng pacar, pengen bisa cerita-cerita sama pacar, gue sempet galau dan merasa begitu akhir-akhir Maret kemarin. Gue curhat tuh sama cees gue kalo gue merasa a bit lonely wkwkwk, then I went to Bangkok. Dan gue merasa happy banget bisa jalan-jalan ke luar negeri, hellaw anak kampong bisa ugha lanalan keluar negeri wkwkwk. I was proud of myself that time! And you guys know what? Sepulangnya dari Bangkok gue sama sekali ngga kepikiran buat galau-galau kenapa kok ya gue betah amat menjomblo HAHAHA. I mean, gila sih, pikiran ‘gilak! Pokoknya gue harus ada pacar di tahun ini’ tuh kaya ilang aja gitu. Rontok di pesawat wkwkwk.

Tujuan hidup gue pun bergeser, gue ingin jadi traveler. Ok, it’s a bit hard, no. its HARD. Mengingat gue masih jadi karyawan dan masih kuliah, dan wait! Gaji gue juga belum sanggup untuk afford pesawat dan lain-lain ketika traveling. Jadi gue focus dulu ngumpulin pundi-pundi, baru nanti kalo pundi-undinya terkumpul gue jalan-jalan lagi. Dan jangan lupa harus selalu siap siaga ketika banyak promo maskapai kwkwkw.

Gue juga punya cita-cita bahwa suatu hari nanti, entah di umur gue yang ke berapa, gue harus bisa merasakan traveling alone. Ke luar negeri. Aamiin.

  Anyway, di umur 25 taun ini juga gue ingin segera menemukan passion gue, gue tuh suka sirik sama orang-orang yang lebih muda dari gue tapi mereka udah tau passion mereka itu apa, sementara gue? Gue masih nggatau passion gue itu apa? Passion gue di mana? So I really really hope that I can find what my passion is? Karena sesungguhnya kerjaan gue yang sekarang bukanlah passion gue. I mean, I can enjoy it tapi gue ngga bener-bener happy dengan kerjaan gue. Ihihihi.

Jadi selamat ulang tahun ya the other part of me! Semoga bisa nemuin passion di umur lu yang sekarang, semoga bisa jadi traveler suatu hari nanti, dan semoga konsisten nulis di blog ini. Jangan males-malesan lagi. Luv yaa.



Thursday, 31 August 2017

Love Language You Guys Must Know

      Gue keingetan di tempat kerja yang dulu pas lagi nyuci alat bareng, tiba-tiba si mas bos bertanya "tau love language ngga mblo?" (Btw sebutan mas bos ke gue emang 'mblo' bangets zzz) Gue menggeleng dan dia melanjutkan "love language itu ada 5 mblo, pujian, sentuhan, quality time, gift sama apa yah 1 lagi gue lupa, love language lu kira-kira apa?" Trus gue mikir, apaaa yah kira-kira, "kayanya pujian deh mas, aku suka dipuji soalnya hahaha" tapi kalo dikasih hadian juga kadang aku merasa disayang, apalagi kalo dikasih quality time wkwk.

       Well, entah gue aja yang kudet atau emang belum banyak yang tau tentang love language ini, jadi beberapa hari yang lalu gue pun browsing, tentang apa itu love language dan apa aja love language itu,  sampai gue pun mencoba love language test di link ini http://www.beliefnet.com/love-family/relationships/quiz/the-5-love-languages-quiz.aspx?p=1 (kalo nga bisa diklik, copy paste aja yah).

         Love language atau bahasa kasih sayang adalah sesuatu yang bisa bikin kita merasa special di mata seseorang (halaah), dan ini sangatlah penting bagi kalian-kalian yang sudah memiliki pasangan. Dan benar love language itu ada 5, word of affirmation, physical touch, recieving gift, quality time dan act of service.

         Word of affirmation adalah love language yang ditunjukan dengan kata-kata, kaya pujian, sanjungan or something like that.

         Physical touch, yaitu dengan sentuhan, i mean its not only about sex yah, tapi juga kaya huging, patting your head, and cuddling.

          Recieving gift, dengan memberi hadiah, entah itu berupa hadiah sederhana sampai ke kejutan yg super mewah.

      Quality time, meluangkan sedikit waktunya hanya untukmu (ceilaaaah) 😂😂.

    Act of service, lebih ke ngga banyak ngomong tapi tau-tau udah bikinin kopi aja, ngga banyak ngomong tau-tau udah ada di depan kantor aja untuk jemput (aww aww awwww).

      So, dari ke 5 love language diatas, manakah yang paling elo bangetsss? Coba deh kalo elo udah tau love language elo itu apa, tanya juga love language pasangan lo, supaya nanti bisa lebih saling memahami awuuuwuwuwuuu.

kalo love language gue itu word of affirmation, trus karena masih kurang percaya gue pun ikutan love language test di link yang gue simpen di atas. Dan memang benar love language gue itu word of affirmation. Udah paling lemah aja gue kalo dipuji wkwkwk, jangankan dipuji langsung, nonton drama korea aja pemain cewenya yg dipuji sama pemain cowo, eh kadang gue yang blushing. Kan ngga banget yak ><

        Pernah nih di tempat kerja yang dulu, gue ada 1 percobaan, berkali-kali gagal tuh, trus kita (gue, mas bos dan kak asisten mas bos) dimarahin sama boss besar, trus kita ngomel-ngomel dibelakanh tuh gegara kesel dimarah-marahin. Sampe pada suati hari percobaannya berhasil, dipujilah kita sama boss besar, dan gue sama mas boss udah langsung ilang deh keselnya. Karena doipun sama, love language nya word of affirmation, trus kak asisten mas boss nyeletuk "sama aja nih bedua, dipuji dikit langsung lemah" iya dikit banget padahal, cuman dibilang "good job 👍👍" doang wkwkwk

Btw ini kenapa gue jadi ngepost yang beginian yak? Random bangetss. Lol!

Wednesday, 23 August 2017

Problematika Umur 20-an

Karena gue sekitar awal bulan lalu baru saja update profile blog, yang mana gue bilang “I’ll write whatever I want here”, so i'll try to write down here about things which is bother me so much these day. Its about people around me and my life.

           Umur 20 keatas, masih jomblo dan hidup di Indonesia? Congrats! Karena lu akan jadi orang yg kebal hinaan wkwk.
Well, taun ini umur gue 24 dan bagi sebagian orang atau mungkin sebagian besar orang umur segitu adalah umur-umur siap nikah, which means kalo lu umur segitu dan masih single, siap-siap aja untuk jadi bulan-bulanan dimanapun lu berada. And its bother me too much. Awalnya gue biasa aja, I take it as a joke, tapi ya kalo keseringan banget kan ngeselin juga, ya gak sih? Dan yang awalnya gue masih bodo amat, lama – lama dan mau ngga mau gue jadi kepikiran, dan jatohnya gue jadi sebel ke orang-orang yang selalu bilang “jadi masih jomblo?” “trus mau kapan nikah kalo sekarang masih mikirinnya oppa-oppa korea muluk” "makanya jangan nontonin drama korea muluk" “cari yang kaya gimana sih? Jangan terlalu milih-milih lah nanti ngga dapet-dapet” ergghhh! Gue kadang stress sendiri dengerinnya wkwk.

          Sekarang gini deh, yg bilang jangan milih-milih itu, emangnya nanti kalo gue salah pilih jodoh dia bakal mau ikutan tanggung jawab? Trus yg bilang jangan nontonin drama korea terus, emang dia mau tanggung jawab kalo gue tetiba stress gegara omongan-omongannya? Karena nontonin drama korea itu cara gue escape dari semua kehidupan dunia nyata yang terlalu memojokan gue sebagai jomblo wkwk. Letak kesalahan gue sebagai jomblo itu dimanaa? -__-
Dan kalo bisa sih stop being involved sama kehidupan pribadi gue yah, karena gue juga ngamau kepo-kepo tentang kehidupan orang lain. Ehehe

          Iya umur gue 24, dan gue masih single ya terus apa ngefeknya ke kehidupan kalian kalo gue masih single? Do I beg you to accompany me wherever I go? Ngga juga kan? gue masih bisa pergi kemanapun gue pengen walau gue single, gue masih bisa beli makanan yang gue suka dengan uang gue sendiri meski gue single, dan yang penting gue masih bisa bahagia meski gue single. 

          Gue pernah curhat ke sahabat gue, kalo gue udah males banget denger pertanyaan tentang nikah-nikah gitu, terus dia bilang “ya kita ngga bisa nyalahin orang yang ngasih pertanyaan kaya gitu ke kita juga sih, karena emang umur-umur kita ini umur yang rawan dengan pertanyaan kaya gitu, umur segini apalagi coba yang mau kita tuju? Ya pasti nikah” trus gue bilang “tapi kan tujuan hidup semua orang ngga sama, karena sampe sekarang ‘nikah’ itu belum ada di pikiran gue sama sekali, gue masih pengen seneng-seneng dulu deh pokonya”, lalu malam itu obrolan gue dan sahabat gue yang biasanya suka ngawur mendadak jadi sangat berfaedah wkwkwk.

        Sampe sekarang gue belum ada keinginan untuk nikah sih, dan dari dulu gue ngga ada keinginan untuk nikah muda, jujur gue belum siap. Gue belum siap untuk menerima kekurangan dan kelebihan pasangan gue, sementara gue aja masih berusaha menerima kekurangan yang ada di diri gue, nikah itu harus saling memahami kan? Sementara gue aja kadang belum sepenuhnya paham sama diri gue sendiri. 
I will marry soon ofcourse, soon. Kalo waktunya udah tepat, kalo udah diketemukan dengan orang yang tepat, orang yg bikin gue ngerasa komplit, bukan yang bikin bahagia, karena gue ngamau menggantungkan kebahagiaan gue ke orang lain. 

Udah ah cape, curcolnya kepanjangan hahaha